SRQ-29 dan DASS-42: Skrining di Luar GAD-7 dan PHQ-9
GAD-7 dan PHQ-9 hanya menyentuh dua area gejala. SRQ-29 dan DASS-42 memberi cakupan berbeda, dengan ambang dan populasi rujukan yang juga berbeda. Itu mengubah cara membaca hasilnya.
Ringkasan cepat
GAD-7 dan PHQ-9 hanya menyentuh dua area gejala. SRQ-29 dan DASS-42 memberi cakupan berbeda, dengan ambang dan populasi rujukan yang juga berbeda. Itu mengubah cara membaca hasilnya.
Coba tesnya sekarang — tanpa mendaftar
Tujuh pertanyaan tentang dua minggu terakhir — cukup untuk melihat apakah kecemasan Anda perlu ditindaklanjuti.
- Jawaban langsung dinilai di server
- Tanpa email, tanpa nama
- Laporan lengkap dibuka dengan akun
- Tersimpan 30 hari untuk Anda klaim
Hasil adalah bahan refleksi, bukan diagnosis. Untuk membaca dan menyimpan laporan, masuk atau daftar setelah tes selesai — hasil yang sudah dikerjakan tidak hilang.
Seseorang mengisi GAD-7 dan mendapat skor 9. Ia lalu mencari tes lain dan mendapat hasil berbeda pada DASS-42. Mana yang benar?
Keduanya bisa benar, karena mengukur hal yang tidak identik. Yang salah adalah menganggap hasil dari alat berbeda sebagai dua pengukuran atas satu besaran yang sama.
Peta alat skrining yang sering tertukar
GAD-7 memetakan gejala kecemasan umum dalam dua minggu terakhir. PHQ-9 memetakan gejala depresi pada rentang waktu yang sama. Keduanya pendek, banyak dipakai, dan memiliki ambang yang cukup dikenal.
SRQ-29 (Self Reporting Questionnaire) berasal dari studi WHO tentang gangguan mental di layanan primer. Ia mencakup gejala neurotik, penggunaan zat, gejala psikotik, dan gejala terkait stres pascatrauma.
DASS-42 mengukur tiga dimensi negatif: depresi, kecemasan, dan stres. Ia lebih panjang, dan ketiga dimensinya dipisahkan dengan ambang masing-masing.
Perbandingan
Dua kelompok alat skrining
| GAD-7 dan PHQ-9 | SRQ-29 dan DASS-42 |
|---|---|
| Pendek dan menyentuh dua area gejala | Cakupan lebih luas atau tiga dimensi terpisah |
| Ambang dikenal pada konteks layanan primer | Ambang diturunkan dari sampel dan konteks lain |
| Cocok untuk pemantauan singkat | Cocok untuk penjaringan awal dan pemetaan gejala |
SRQ-29: dari empat negara ke layanan primer
SRQ dikembangkan untuk konteks layanan kesehatan primer di negara berkembang. Harding dan rekan-rekannya (1980) melaporkan studi di empat negara yang menjadi dasar pengembangan instrumen ini.
Karena latar belakangnya, SRQ-29 banyak dipakai sebagai alat penjaring awal, bukan alat diagnosis. Skor di atas ambang menandakan perlunya penilaian lebih lanjut, bukan menandakan gangguan tertentu.
Struktur SRQ-29 juga berbeda dari GAD-7. Sebagian butirnya menanyakan gejala yang tidak termasuk dalam dua kategori umum, misalnya gejala psikotik atau gejala terkait trauma. Karena itu, skor total SRQ-29 tidak dapat dibandingkan langsung dengan skor GAD-7.
DASS-42: tiga dimensi negatif
Lovibond dan Lovibond (1995) mengembangkan DASS untuk membedakan depresi, kecemasan, dan stres sebagai tiga konstruk yang berkorelasi tetapi tidak identik.
Perbedaan itu penting secara praktis. Skor kecemasan tinggi pada DASS tidak otomatis berarti skor depresi juga tinggi, meskipun pada banyak orang keduanya bergerak bersama.
Versi pendek DASS-21 juga banyak dipakai. Henry dan Crawford (2005) menguji struktur dan norma DASS-21 pada sampel non-klinis besar, dan menemukan bahwa skor versi pendek perlu dikalikan dua bila dibandingkan dengan norma versi panjang. Detail teknis semacam ini sering hilang dalam pemakaian sehari-hari.
Perbedaan ambang dan populasi
Ambang setiap alat diturunkan dari sampel tertentu. GAD-7 dan PHQ-9 memakai ambang yang dipublikasikan pada konteks layanan primer. SRQ-29 memakai ambang yang ditetapkan WHO dengan penyesuaian lokal di beberapa negara.
DASS memakai kategori yang diturunkan dari distribusi skor pada sampel normatifnya. Kategori "stres berat" pada DASS berarti posisi relatif terhadap sampel itu, bukan ambang klinis universal.
Konsekuensinya: membandingkan kategori antar alat adalah kesalahan baca. "Sedang" pada satu alat tidak setara dengan "sedang" pada alat lain.
Kapan skrining perlu diulang?
Skrining mengukur gejala pada rentang waktu tertentu. Bila gejala berubah, skor bisa berubah. Mengulang skrining dalam jarak terlalu dekat biasanya hanya menghasilkan derau.
Praktik yang lebih berguna: ulangi setelah ada perubahan bermakna, misalnya setelah intervensi berjalan beberapa minggu, atau ketika kondisi kehidupan berubah besar. Catat juga konteks pengambilan pertama, agar perbandingan punya dasar.
Kesalahan yang sering terjadi di layanan
Menegakkan diagnosis dari skor. Skrining tidak dirancang untuk itu. Diagnosis membutuhkan wawancara klinis dan penilaian menyeluruh.
Memakai satu alat untuk semua tujuan. Alat pendek cocok untuk penjaringan awal; alat dengan cakupan lebih luas cocok untuk pemetaan gejala.
Mengabaikan versi dan norma. DASS-21 dan DASS-42 tidak sebanding tanpa konversi. SRQ versi berbeda juga tidak selalu sebanding.
Menyerahkan interpretasi kepada sistem otomatis tanpa peninjauan. Untuk topik klinis, peninjauan tenaga profesional tetap diperlukan.
Untuk pembanding, lihat artikel GAD-7 dan PHQ-9 dan kapan mencari bantuan. Untuk melihat alatnya, buka tes SRQ-29 dan tes DASS-42.
Contoh pemakaian yang bertanggung jawab
Sebuah klinik ingin menjaring pasien yang membutuhkan penilaian lanjutan. Mereka memakai SRQ-29 sebagai penjaring awal, lalu melakukan wawancara terstruktur untuk yang melewati ambang.
Pada kasus seorang pasien dengan skor SRQ tinggi, wawancara menemukan bahwa keluhan utama berkaitan dengan masalah tidur dan beban kerja, bukan gejala psikotik. Skrining berfungsi sebagai pintu masuk, bukan sebagai kesimpulan.
Contoh ini menunjukkan nilai skrining ketika dipakai sesuai rancangannya: menyaring, bukan menegakkan.
Mengapa panjang alat memengaruhi hasil
Alat panjang seperti DASS-42 memberi estimasi lebih stabil, tetapi membutuhkan waktu dan konsentrasi. Alat pendek lebih mudah diselesaikan, tetapi lebih rentan terhadap variasi suasana hati.
Untuk pemantauan berkala, alat pendek sering lebih praktis. Untuk penilaian awal yang menentukan arah layanan, alat yang lebih lengkap lebih berguna.
Pilihan ini bukan soal mana yang lebih baik, melainkan mana yang sesuai dengan keputusan yang akan diambil.
Bagaimana memilih antara SRQ dan DASS
Bila tujuan Anda menjaring area gejala yang luas pada layanan primer, SRQ-29 lebih praktis karena mencakup beberapa kategori sekaligus.
Bila tujuan Anda memetakan tiga dimensi negatif secara terpisah untuk pemantauan, DASS lebih tepat karena dimensinya dipisahkan.
Bila tujuan Anda memantau kecemasan atau depresi secara spesifik dan singkat, GAD-7 dan PHQ-9 lebih efisien.
Tidak ada alat yang menang di semua tujuan. Yang ada adalah alat yang sesuai dengan pertanyaan yang sedang diajukan.
Satu peringatan praktis: jangan menggabungkan skor dari alat berbeda menjadi satu indeks buatan sendiri. Menggabungkan skor GAD-7, PHQ-9, dan DASS tanpa dasar psikometris menghasilkan angka yang tidak dapat ditafsirkan oleh siapa pun, termasuk pembuatnya.
Hal serupa berlaku untuk menjumlahkan skor SRQ-29 dengan skor GAD-7. Keduanya memakai rentang dan ambang berbeda, sehingga penjumlahan tidak memiliki makna yang dapat dipertanggungjawabkan. Bila sebuah layanan ingin ringkasan, yang lebih tepat adalah menampilkan tiap alat secara terpisah beserta ambangnya. Ringkasan buatan sendiri cenderung menyembunyikan perbedaan ambang yang justru paling penting untuk keputusan layanan.
Cek pemahaman
Sebuah layanan ingin menjaring area gejala yang luas pada pasien layanan primer. Alat mana yang paling sesuai menurut artikel ini?
Batas interpretasi
Hasil skrining bukan diagnosis dan bukan dasar tunggal keputusan klinis. Skor menunjukkan tingkat gejala yang dilaporkan, bukan penyebabnya. Penyebab membutuhkan penelusuran riwayat, kondisi sosial, dan faktor medis yang tidak dapat disimpulkan dari daftar gejala.
Bila skor berada di kategori berat atau disertai pikiran menyakiti diri, langkah yang tepat adalah mencari bantuan profesional segera, bukan mengulang tes untuk memastikan. Mengulang tes hanya menunda tindakan, dan hasilnya tidak menambah kepastian yang dibutuhkan pada situasi berisiko.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah SRQ-29 bisa menggantikan GAD-7?
Tidak. Cakupannya berbeda. SRQ-29 menjaring area gejala yang lebih luas dengan presisi lebih rendah pada kecemasan spesifik, sementara GAD-7 lebih fokus dan lebih banyak dipakai untuk pemantauan kecemasan.
Mengapa skor DASS-21 saya perlu dikalikan dua?
Karena DASS-21 memakai separuh butir dari DASS-42. Untuk membandingkan dengan norma versi panjang, skor perlu dikonversi. Tanpa konversi, kategorinya akan tampak jauh lebih ringan.
Apakah hasil skrining bisa dipakai untuk klaim asuransi?
Tergantung kebijakan penyedia dan dasar hukum yang berlaku. Yang perlu diingat: skrining bukan diagnosis, sehingga klaim yang membutuhkan diagnosis tidak dapat berdiri hanya di atas skor skrining.
Rujukan
- Harding, T. W., de Arango, M. V., Baltazar, J., Climent, C. E., Ibrahim, H. H. A., Ladrido-Ignacio, L., Murthy, R. S., & Wig, N. N. (1980). Mental disorders in primary health care. Psychological Medicine, 10(2), 231–241. doi:10.1017/S0033291700043993
- Henry, J. D., & Crawford, J. R. (2005). The short-form version of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21). British Journal of Clinical Psychology, 44(2), 227–239. doi:10.1348/014466505X29657
- Kroenke, K., Spitzer, R. L., & Williams, J. B. W. (2001). The PHQ-9: Validity of a brief depression severity measure. Journal of General Internal Medicine, 16(9), 606–613. doi:10.1046/j.1525-1497.2001.016009606.x
- Lovibond, P. F., & Lovibond, S. H. (1995). The structure of negative emotional states. Behaviour Research and Therapy, 33(3), 335–343. doi:10.1016/0005-7967(94)00075-U00075-U)
- Spitzer, R. L., Kroenke, K., Williams, J. B. W., & Löwe, B. (2006). A brief measure for assessing generalized anxiety disorder: The GAD-7. Archives of Internal Medicine, 166(10), 1092–1097. doi:10.1001/archinte.166.10.1092
- World Health Organization. (2022). ICD-11 clinical descriptions and diagnostic guidelines. who.int
Penulis
Tim Riset sikotes.id
Editorial klinis
Reviewer
Belum ditinjau psikolog
Konten edukatif umum
Sitasi halaman ini
Tim Riset sikotes.id. (2026). SRQ-29 dan DASS-42: Skrining di Luar GAD-7 dan PHQ-9. sikotes.id. https://sikotes.id/artikel/srq-29-dass-42-skrining-di-luar-gad-phq
Boleh dikutip dengan atribusi. Lihat kebijakan AI & crawler.
Sumber & rujukan
Klaim dalam artikel ini dirujuk ke sumber primer berikut. Tautan membuka penerbit asli di tab baru.
Uji pemahaman Andalewat tes Anda sendiri.
Mulai dari tes gratis, lalu baca laporannya dengan kerangka yang dijelaskan di artikel ini. Metodologi dan batas interpretasi selalu ikut disertakan.
Baca juga
Artikel lain dengan topik atau kategori yang berdekatan, ditulis dan direview dengan standar yang sama.