Lewati ke konten utama

PHQ-9: Untuk Apa dan Bukan Untuk Apa

Sembilan pertanyaan, skor 0–27, dan banyak salah tafsir. PHQ-9 berguna untuk menyaring gejala depresi, tetapi tidak dirancang untuk menegakkan diagnosis atau menjadi dasar pengobatan sendiri.

Tim Riset sikotes.id· Editorial kesehatan mentalTerbit 6 rujukan primer6 menit baca4 visualDiperbarui

Ringkasan cepat

Sembilan pertanyaan, skor 0–27, dan banyak salah tafsir. PHQ-9 berguna untuk menyaring gejala depresi, tetapi tidak dirancang untuk menegakkan diagnosis atau menjadi dasar pengobatan sendiri.

Gratis±4 menit9 pertanyaanSkrining

Coba tesnya sekarang — tanpa mendaftar

Sembilan pertanyaan tentang suasana hati dua minggu terakhir, dengan ambang rujukan yang jelas.

  • Jawaban langsung dinilai di server
  • Tanpa email, tanpa nama
  • Laporan lengkap dibuka dengan akun
  • Tersimpan 30 hari untuk Anda klaim
Tentang tes ini

Hasil adalah bahan refleksi, bukan diagnosis. Untuk membaca dan menyimpan laporan, masuk atau daftar setelah tes selesai — hasil yang sudah dikerjakan tidak hilang.

PHQ-9 hanya berisi sembilan pertanyaan tentang gejala selama dua minggu terakhir. Tiap pertanyaan diberi nilai 0 sampai 3, lalu semuanya dijumlahkan. Pengisiannya selesai dalam lima menit, bisa diulang kapan saja, dan tidak dipungut biaya.

Karena ringan itulah alat ini tersebar luas: puskesmas, program kesehatan perusahaan, aplikasi ponsel, sampai percakapan di grup keluarga. Kemudahan yang sama juga membuat batas pemakaiannya cepat terlupa.

Dua kolom yang membandingkan kegunaan PHQ-9 sebagai alat skrining dan hal-hal yang tidak boleh disimpulkan darinya.
PHQ-9 berguna untuk menyaring dan memantau, bukan menegakkan diagnosis. Butir risiko diri memerlukan tindak lanjut berapa pun skor totalnya.Ilustrasi: sikotes.id

PHQ-9 berguna untuk menyaring dan memantau, bukan menegakkan diagnosis. Butir risiko diri memerlukan tindak lanjut berapa pun skor totalnya.

Dua kolom yang membandingkan kegunaan PHQ-9 sebagai alat skrining dan hal-hal yang tidak boleh disimpulkan darinya.

Apa yang diukur PHQ-9

PHQ-9 memetakan seberapa berat gejala depresi yang dilaporkan dalam dua minggu terakhir. Sembilan butirnya menyentuh suasana hati, minat, tidur, energi, nafsu makan, rasa bersalah, konsentrasi, aktivitas sehari-hari, serta pikiran tentang kematian atau menyakiti diri.

Jumlah skornya berkisar 0–27 dan dibagi ke beberapa rentang keparahan. Rentang itu dipakai untuk komunikasi awal dan pemantauan, bukan untuk menegakkan diagnosis. Skor tinggi pada satu butir tidak otomatis lebih penting daripada skor sedang pada banyak butir. Yang dibaca adalah polanya.

Instrumen ini dikembangkan Kroenke, Spitzer, dan Williams (2001) sebagai alat bantu di layanan primer. Tujuannya terbatas: memudahkan dokter mengenali pasien yang perlu penilaian lanjutan, bukan menggantikan wawancara klinis.

Mengapa skor bukan diagnosis

Depresi baru bisa ditegakkan sebagai diagnosis setelah durasi gejala, jumlah gejala, gangguan fungsi, dan penyingkiran kondisi lain diperiksa. Banyak keadaan menyerupai depresi: gangguan tiroid, anemia, efek samping obat, duka yang belum tuntas, atau kurang tidur kronis.

Yang membedakan depresi dari kondisi yang menyerupainya sering bukan jenis keluhan, melainkan pola dan lamanya. Dua orang sama-sama melaporkan sulit tidur dan kehilangan minat, tetapi langkah penanganannya bisa berbeda bila salah satunya sedang berduka atau baru berganti jam kerja.

Skor 18 tidak otomatis berarti depresi berat. Angka itu menandakan gejala yang dilaporkan berada di rentang berat, dan itu sudah cukup untuk mendorong penilaian profesional.

Sebaliknya, skor 6 bukan jaminan tidak ada masalah. Ada orang yang menahan laporan gejalanya karena malu, atau karena merasa keluhannya bukan urusan tenaga kesehatan.

Akurasi yang perlu dibaca dengan hati-hati

Levis, Benedetti, dan Thombs (2019) menggabungkan data individu dari banyak studi. Temuannya: PHQ-9 punya sensitivitas dan spesifisitas yang memadai untuk skrining, tetapi angkanya bervariasi lebar antar studi dan antar ambang.

Performa alat selalu bergantung pada tiga hal — populasi yang disaring, ambang yang dipilih, dan cara administrasinya. Menyaring populasi umum tidak sama dengan menyaring pasien yang datang dengan keluhan.

Klaim "akurat 88%" tanpa keterangan tidak memberi tahu banyak. Pertanyaan yang lebih tepat: akurat untuk populasi apa, pada ambang berapa, dan dibandingkan dengan standar diagnosis yang mana.

Perbandingan

Skrining dan diagnosis mengerjakan hal berbeda

Skrining dan diagnosis mengerjakan hal berbeda
SkriningDiagnosis
Menandai orang yang perlu penilaian lebih lanjutMenentukan ada atau tidaknya gangguan
Sembilan pertanyaan yang selesai dalam lima menitWawancara, riwayat, dan penyingkiran kondisi lain
Hasil berupa skor dan rentang keparahanHasil berupa rumusan klinis dan rencana penanganan
Perbedaan ini menjelaskan mengapa skor tinggi tetap harus ditindaklanjuti lewat wawancara, bukan disimpulkan sendiri.

Item tentang pikiran menyakiti diri

Satu butir PHQ-9 menanyakan pikiran tentang kematian atau menyakiti diri. Jawaban apa pun di atas nol pada butir ini menuntut perhatian khusus, berapa pun skor totalnya.

Yang tepat bukan menunggu skor menyentuh ambang. Bicarakan dengan profesional, hubungi layanan kesehatan terdekat, atau minta orang yang Anda percaya menemani. Bila risikonya langsung, gunakan layanan darurat.

Jangan menyimpan jawaban itu sendirian. Jangan pula menganggapnya biasa karena "hanya satu butir".

Bagan

Alur

Langkah ketika butir risiko diri dijawab di atas nol

  1. Jawaban di atas nol

    Butir tentang kematian atau menyakiti diri memerlukan perhatian khusus.

  2. Bicarakan dengan profesional

    Hubungi layanan kesehatan terdekat atau minta seseorang yang Anda percaya menemani.

  3. Nilai risiko langsung

    Bila ada risiko langsung, gunakan layanan darurat.

Urutan ini mengikuti prinsip bahwa keselamatan didahulukan, berapa pun skor total PHQ-9.

Apa yang bisa dan tidak bisa disimpulkan dari perubahan skor

Skor turun dari 18 ke 12 dalam enam minggu. Bisa berarti membaik. Bisa juga berarti responden belajar cara mengisi kuesioner. Tanpa catatan konteks, dua angka itu tidak bercerita banyak.

Yang aman disimpulkan hanyalah arah pergerakan, bukan penyebabnya. Menanyakan "apa yang berubah dalam enam minggu terakhir" biasanya lebih berguna daripada membandingkan angka.

Penurunan skor juga bukan tujuan akhir. Yang dituju adalah fungsi sehari-hari yang membaik: tidur, bekerja, menjaga hubungan dengan orang lain. Skor hanya proksi dari semua itu.

Bagaimana memilih ambang untuk konteks Anda

Ambang 10 banyak dipakai karena menyeimbangkan sensitivitas dan spesifisitas di berbagai populasi. Untuk tujuan lain, ambangnya bergeser.

Skrining awal di populasi luas lebih baik memakai ambang rendah. Konsekuensinya, lebih banyak orang terjaring dan sebagian di antaranya positif palsu. Untuk memantau pasien yang sudah ditangani, ambang lebih tinggi sering lebih berguna.

Tidak ada satu ambang yang pas untuk semua konteks. Yang perlu dijaga adalah konsistensi: bila memakai ambang tertentu, pakai ambang yang sama saat membandingkan hasil antar waktu.

Bagaimana memakai PHQ-9 untuk pemantauan?

PHQ-9 sering diisi berulang untuk melihat arah perubahan. Praktik ini masuk akal asalkan interval pengukuran tidak terlalu rapat dan selisih kecil tidak dibesar-besarkan.

Selisih 2–3 poin bisa berasal dari variasi harian. Perubahan yang berarti biasanya lebih besar dan bertahan pada pengukuran berikutnya. Perubahan dosis atau jenis obat tetap keputusan profesional, bukan hasil satu skor.

Satu kebiasaan yang membantu: isi PHQ-9 pada hari dan jam yang relatif sama, misalnya Senin pagi setiap dua minggu. Kondisi yang seragam mengurangi variasi yang tidak informatif, meski tidak menghapusnya.

Bila Anda mengisi untuk pemantauan mandiri, simpan catatan singkat di samping skor: kejadian besar minggu itu, jam tidur rata-rata, dan perubahan obat kalau ada. Tiga baris catatan sering menjelaskan lonjakan skor yang tampak misterius. Tanpa catatan itu, orang cenderung menyimpulkan kondisinya memburuk padahal minggu itu hanya penuh rapat dan kurang tidur.

Kesalahan yang sering terjadi

Mengisi berdasarkan hari ini saja. Instruksi meminta dua minggu terakhir. Menjawab berdasarkan suasana hati pagi ini menghasilkan skor yang tidak stabil.

Menghitung mundur dari target. Sebagian orang menjawab agar skornya "tidak terlalu tinggi" karena takut berdampak pada pekerjaan. Nilai alatnya rusak, dan yang dirugikan diri sendiri.

Memakai skor untuk melabeli orang lain. Kalimat "dia PHQ-9-nya 20" tidak menolong siapa pun. Yang menolong adalah menawarkan dukungan konkret.

Memakai skor sebagai dasar seleksi kerja. Skrining kesehatan mental bukan alat seleksi. Pemakaian semacam itu melanggar prinsip pemakaian alat dan berisiko melanggar kerahasiaan data kesehatan.

Bagaimana membicarakan hasil dengan orang lain

Kalau ingin bercerita, pilih satu orang yang cenderung mendengarkan daripada menasihati. Sebutkan apa yang Anda butuhkan: teman bicara, bantuan mencari layanan, atau sekadar kehadiran.

Waktu dan tempat ikut menentukan. Percakapan di sela jam kerja biasanya berakhir dengan jawaban singkat, sementara percakapan tanpa tergesa-gesa memberi ruang untuk cerita yang lebih jujur.

Kalau seseorang bercerita kepada Anda, hindari kalimat "kamu cuma perlu bersyukur". Tanyakan apa yang paling melelahkan belakangan ini, lalu tawarkan bantuan spesifik seperti mengantar ke layanan kesehatan.

Batas interpretasi

PHQ-9 adalah alat skrining, bukan diagnosis, dan bukan pengganti penilaian profesional. Hasilnya tidak menentukan jenis bantuan yang tepat; keputusan itu memerlukan wawancara dan pertimbangan konteks.

Bila ingin memahami sisi teknis alat ini, lihat artikel GAD-7 dan PHQ-9 serta glosarium safety escalation. Instrumennya tersedia di tes PHQ-9.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa skor PHQ-9 yang dianggap perlu bantuan?

Rentang 10–14 sering dipakai sebagai ambang untuk penilaian lebih lanjut, sedangkan 15 ke atas menandakan gejala berat. Ambang itu bukan aturan mutlak. Jawaban pada butir risiko diri tetap perlu perhatian meski skor totalnya rendah.

Apakah PHQ-9 bisa dipakai sendiri tanpa pendampingan?

Pengisiannya bisa dilakukan sendiri. Penafsirannya sebaiknya melibatkan profesional. Menyimpulkan diagnosis dari skor sendiri berisiko memunculkan kecemasan berlebih, atau sebaliknya membuat masalah yang perlu ditangani terabaikan.

Apakah skor PHQ-9 bisa turun tanpa pengobatan?

Bisa. Gejala berubah karena banyak hal: dukungan sosial, perubahan situasi, kualitas tidur. Skor yang turun tidak otomatis berarti masalahnya selesai, dan skor yang naik tidak otomatis berarti pengobatan gagal.

Rujukan

  • Kroenke, K., Spitzer, R. L., & Williams, J. B. W. (2001). The PHQ-9: Validity of a brief depression severity measure. Journal of General Internal Medicine, 16(9), 606–613. doi:10.1046/j.1525-1497.2001.016009606.x
  • Levis, B., Benedetti, A., & Thombs, B. D. (2019). Accuracy of Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) for screening to detect major depression: Individual participant data meta-analysis. BMJ, 365, l1476. doi:10.1136/bmj.l1476
  • World Health Organization. (2023). Depressive disorder (depression) [Fact sheet]. WHO
  • World Health Organization. (2024). Clinical descriptions and diagnostic requirements for ICD-11 mental, behavioural and neurodevelopmental disorders. WHO
  • American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). APA
  • American Psychological Association. (2017). Ethical principles of psychologists and code of conduct. APA

Penulis

Tim Riset sikotes.id

Editorial kesehatan mental

Reviewer

Belum ditinjau psikolog

Konten edukatif umum

Sitasi halaman ini

Tim Riset sikotes.id. (2026). PHQ-9: Untuk Apa dan Bukan Untuk Apa. sikotes.id. https://sikotes.id/artikel/phq-9-untuk-apa-dan-bukan-untuk-apa

Boleh dikutip dengan atribusi. Lihat kebijakan AI & crawler.

Sumber & rujukan

Klaim dalam artikel ini dirujuk ke sumber primer berikut. Tautan membuka penerbit asli di tab baru.

Uji pemahaman Andalewat tes Anda sendiri.

Mulai dari tes gratis, lalu baca laporannya dengan kerangka yang dijelaskan di artikel ini. Metodologi dan batas interpretasi selalu ikut disertakan.

PHQ-9: Fungsi, Skor, dan Batas Pemakaian · sikotes.id